CILACAP MENGALAMI DEFLASI SEBESAR 0,17 PERSEN DI BULAN JULI

Pada bulan Juli 2020 di Kota Cilacap terjadi deflasi sebesar 0,17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,49. Deflasi ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan Juni 2020 yang mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,67.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Cilacap, Toto Desanto, S.Si, M.Si  dalam siaran persnya (04/08) menjelaskan, Deflasi di Cilacap disebabkan turunnya harga-harga yang ditunjukkan dengan turunnya indeks harga konsumen pada kelompok kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,31 persen. Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran mencatat kenaikan harga-harga, yaitu pada kelompok pendidikan sebesar 2,23 persen, kelompok  perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,43 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/retoran sebesar 0,31 persen, pada kelompok  kesehatan sebesar 0,26 persen, kelompok  transportasi sebesar 0,16 persen, kelompok  pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,05 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,01 persen. Sedangkan dua kelompok lainnya stabil selama bulan Juli 2020. 

Toto menambahkan, adapun penyebab utama terjadinya deflasi di Kota Cilacap adalah turunnya harga bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, gula pasir, dan daging sapi. Sedangkan komoditas utama yang menahan laju inflasi di Kota Cilacap antara lain naiknya biaya sekolah dasar, telur ayam ras, biaya sekolah menengah pertama, emas perhiasan, dan rokok kretek filter. Tingkat inflasi tahun kalender Juli 2020 sebesar 0,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2020 terhadap Juli 2019) sebesar 1,72 persen.(Rin/Kominfo)

*Gambar Ilustrasi : Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *